Tulisan ini mencoba melihat dinamika sejarah Islam Indonesia modern melalui analisis karya-karya sastra. Dalam kaitan ini maka pendekatan fungsionalitas terhadap karya sastra akan membantu dalam memahami dinamika sejarah secara umum. Dengan berbagai kontroversi yang muncul mulai tahun 1930an hingga awal tahun 1960an sastra Islam berkembang dengan berbagai coraknya: dakwah dan romantisisme, satire agama dan politik dan ideologi sastra Islam. Sementara pada paruh kedua tahun 1950an hingga awal tahun 1960an merupakan periode penting di mana sastra Islam menjalankan fungsi politiknya yang sangat unik dengan menampilkan semangat perubahan. Untuk itu perumusan ideologi yang jelas bagi sastra Islam menjadi urgen tidak saja untuk eksposisi identitas Islam akan tetapi justru untuk missi perubahan: meruntuhkan Planet Senin dan kemudian memancangkan Panji Kalimah Tauhid
Selengkapnya disini
Selengkapnya disini
0 komentar:
Posting Komentar